Kopi penenang jiwa

Kopi penenang jiwa

Kamis, 30 April 2020


Melemahnya Perekonomian Indonesia Pasca Pandemic Covid-19
       Mengenai permasalah pandemic covid-19 yang tengah di hadapi negara-negara maju tentu membuat sistem perekonomian semakin melemah dan salah satu negara yang tengah menghadapi hal tersebut, negara Indonesia itu sendiri. Penurunan jumlah harga akomodasi dan gejolak pasar keuangan yang berimplikasi pada buruknya sektor perekonomian global dan nasional pasca pandemic covid-19. Besarnya dampak pandemic covi-19 terhadap Perekonomian Indonesia melibatkan bahwa Perekonomian Indonesia memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Sistem Perekonomian Indonesia memiliki ketergantungan yang sangat kuat terhadap kinerja Perekonomian China baik dari sisi impor maupun ekspor. Beberapa bahan baku atau penolong dibidang sektor industri manufaktur seperti komponen elektronik, produk besi dan baja. China masih menjadi negara tujuan utama untuk hampir seluruh akomodasi ekspor Indonesia. Walaupun Indonesia memiliki hubungan dagang dengan negara lain, tetapi proporsinya relatif kecil dan tidak begitu signifikan baik dalam volume ataupun nilai. Hal ini pun menjadikan China memiliki peran yang sangat dominan dalam sistem perdagangan Indonesia. Sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia juga menghadapi situasi ekonomi yang sulit, maka mendorong terjadinya penurunan daya beli masyarakat seiring sentimen negatif pada bisnis dan konsumen. 
       Menteri keuangan mengungkapkan pendapatan negara dan hibah pada akhir Triwulan I 2020 telah mencapai Rp375,95 triliun. Capaian pendapatan negara tersebut tumbuh 7,75% (yoy) jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan di bulan Februari lalu sebesar minus 0,5% (yoy). “Namun demikian, kita melihat refleksi penerimaan negara di bulan Maret yg tumbuh 7,7% terlihat cukup baik dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 4,46%, meskipun basis supporting-nya bukan basis ekonomi secara luas”. Hal ini pun menunjukkan dukungan berbagai sumber pendapatan negara dalam upaya memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid19. Realisasi Pendapatan Negara yang bersumber dari Penerimaan Perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) masing-masing secara nominal telah mencapai Rp 279,89 triliun dan Rp 95,99 triliun. Sementara itu, realisasi dari Hibah pada periode yang sama baru mencapai Rp 0,08 triliun. Penerimaan Perpajakan dan PNBP tumbuh masing-masing sebesar 0,43% dan 37% (yoy). Sementara itu, secara keseluruhan pertumbuhan komponen penerimaan Pajak hingga akhir bulan Maret 2020 masih bersumber dari pajak atas konsumsi rumah tangga, meskipun penerimaan pajak juga masih dibayangi tekanan akibat tren pelemahan industri manufaktur dan aktivitas perdagangan internasional, serta pelemahan aktivitas ekonomi akibat penyebaran Covid-19.
   
     Pandemic covid-19 memang bukan hanya membunuh masyarakat Indonesia melalui kesehatan saja, tetapi lebih jauh akan mematikan Perekonomian Indonesia karena kebijakan dan aturan perusahaan yang memproduksi ataupun mendapatkan penghasilan dengan cara bersentuhan langsung. Tantangan Perekonomian Indonesia saat ini sangatlah berat karena kebijakan dan aturan yang ada mengharuskan masyarakat di Indonesia berhati-hati dengan membatasi bepergian dan konsumsi yang tentunya akan berimbas pada transaksi jual beli di pasaran. Krisis ekonomi global ini tentu memicu pada sektor kegiatan logistik, pariwisata, dan perdagangan. Sejumlah pemerintah melakukan pelarangan yang dengan sengaja melakukan perjalanan keluar negeri dan penutupan beberapa sektor pariwisata. Tentu dengan hal tersebut akibatnya pun kembali pada sektor pendapatan negara  yaitu dengan kurangnya wisatawan dari mancanegara. Dampak dari sektor perdagangan, khususnya ekspor dan impor, bahan baku dan barang modal pun dilibatkan. Yakni dari  Produksi turun, barang langkah dan harga barang terus meningkat sehingga menimbulkan inflasi. Kenaikan harga barang disertai penghasilan yang menurun merupakan kondisi fatal daya beli bagi masyarakat dikarenakan sebagian bahan baku untuk industri di Indonesia sendiri masih dipasok dari china  yang mengalami kendala produksi akibat karantina disejumlah daerah untuk membendung pandemic covid-19. Penyebab ketidakpastian yang sangat tinggi dan menurunkan kinerja pasal keuangan global, menekan banyak mata uang dunia serta memicu pembalikan modal kepada aset keuangan yang dianggap aman.
      Adapun jika berakhirnya pandemic covid-19, perekonomian global di perkirakan kembali meningkat pada tahun 2021 menjadi 3,7 persen lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya menjadi 3,4 persen. Bank Indonesia pun semakin memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap Indonesia. Dan tidak heran jika pandemic covid-19 didibarakatkan sebagai angsa hitam bagi ekonomi global. Istilah dari angsa hitam yang digunakan Nicholass Taleb untuk menekankan peristiwa langkah yang sulit diprediksi dan berpotensi mempengaruhi dunia keuagan serta sistem sistem ekonomi global. Fenomena ini meningkatkan kekhawatiran akan pelemahan ekonomi  dan mengancam pada resesi ekonomi. Kemudian, pada awal tahun 2020 optimisme pasar diinterupsi sentimen negatif. Sentimen dari peristiwa pembunuhan Jendral Iran dan covid-19 dianggap sebagai angsa hitam karena memicu pasar bereaksi secara berlebihan. Portfolio dari pasar saham dialihkan ke isntrumen aset berisiko rendah, seperti emas dan obligasi (safe have).
     
      Wacana penerapan sistem lockdown dapat pula membuat laju perekonomian semakin berat. Tingkat konsumsi melemah yang mempengaruhi beberapa indikator penopang ekonomi. Pasokan bahan pangan dan kebutuhan yang menurun mengakibatkan harga naik di mana-mana dapat mempengaruhi sektor perdagangan. Hal ini akan menimbulkan kelangkaan barang yang akhirnya akan memicu keresahan sosial. Tentu simulasi tersebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dalam bidang usaha, bisnis, pajak dan sebagainya. Mari tetap menjaga kesehatan agar terhindar dari virus dan membantu pemerintah agar sistem perekonomian di indonesia kembali membaik .


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com
https://www.google.com/amp/s/amp.wartaekonomi.co.id/berita280853/setelah-pandemi-berakhir-krisis-ekonomi-akan-cepat-pulih ws/20200425183739-4-154449/ini-7-bukti-covid-19-telah-bikin-ekonomi-dunia-hancur-lebur
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/zudellaoktavani/5e844366097f36612747d3f2/pandemic-global-covid-19-meruntuhkan-nilai-tular-rupiah

8 komentar:

  1. Dalam menghadapi pandemi ini, memang memiliki banyak rintangan. Salah satunya yaitu melemahnya sistem perekonomian negara. Seperti yang dikatakan penulis, bahwa ini sudah menjadi krisi ekonomi global karena bukan cuma indonesia saja yang menghadapi permasalahan ini, tapi hampir diseluruh negaradi belahan bumi ini. Tapi pasti disetiap negara memiliki cara tersendiri dalam menghadi persoalan ini, dan begitu juga di indonesia. Tapi untuk di indonesia itu sendiri, bagaimana bentuk keseriusan pemerintah dalam menghadapi persoalan pandemi ini, khususnya pada sektor ekonomi yang dibahas oleh penulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bentuk dari keseriusan pemerintah yakni dengan memberikan berupa bantuan kepada masyarakat itu sesndiri kemudian pihak menteri keuangan itu sedang melakukan berbagai upaya diindonesia agar tidak terjadinya krisis ekonomi yang panjang. dan semoga pandemic covid-19 ini cepat terselesaikan agar pemerintah mampu menstabilkan keuangan negara.

      Hapus
  2. Covid 19 yang telah melanda negeri tercinta kita ini Indonesia. Seperti yang dikatakan penulis di atas munculnya wabah ini bukan hanya membunuh kesehatan saja tetapi banyak hal seperti perekonomian negara salah satunya. Banyak masyarakat yang mengeluhkan hal hal seperti itu, banyak perusahaan perusahaan bangkrut, Banyaknya pekerja yang di PHK secara tiba tiba.

    Adanya pula sistem lockdown yang dilakukan pemerintah membuat laju perekonomian turun, dan buat masyarakat kelas bawah itu sangat berpegaruh yang tidak Melakukan pekerjaan nya karena sistem lockdown ini. Setiap negara mempunyai caranya masing Masing menghadapi wabah ini , bagaimana pemerintahan turun tangan langsung dalam sektor pendidikan dan tentunya sektor ekonomi yang menurun yang ditulis oleh penulis di blog ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. seperti yang tengah kita hadapi sekarang ini bahwasanya dalam sektor pendidikan pemerintah membuat kebijakan agar perkuliahan dan sekolah melaluai online. berbicara mengenai pereokonomian sekarang ini tentu pemerintah sekarang tengah melakukan cara agar ekonomi indonesia tetap akan berjalan stabil setelah pandemic covid-19

      Hapus
  3. Melihat dampak yang ditimbulkan dari wabah pandemi Covid-19 dari sisi ekonomi-sosial itu sangat berpengaruh, betul yang di katakan penulis "Pandemic covid-19 memang bukan hanya membunuh masyarakat Indonesia melalui kesehatan saja, tetapi lebih jauh akan mematikan Perekonomian Indonesia", betul. Seperti contohnya, seorang pengusaha yang modal awal usaha nya berasal dari pinjaman di Bank dan harus menutup toko nya sesuai apa yang di himbaukan oleh pemerintah, tetapi mereka juga harus berjualan agar dapat membayar angsuran ke bank yang tentunya memiliki bunga yg cukup tinggi pada setiap bulannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali itu kak, kemudian berbicara yang tengah di hadapi masyarakat sekarang ini tentang angsuran mereka di bank dan adanya himbauan agar tetap dirumah saja tentu itu sebuah yang bisa dibilang malah mempersulit keadaan ekonomi mereka.

      Hapus
  4. Dunia yang saat ini dilanda wabah covid-19 pastinya memiliki dampak di berbagai bidang, bukan hanya dibidang kesehatan tapi juga dibidang-bidang lain seperti ekonompi,sosial dan politik. Seperti yang dijelaskan penulis diatas dampak ekonomi yang dapat terjadi dapat merebak menjadi dampak sosial. Masyarakat yang mulanya melakukan transaksi ekonomi dipasar2 mulai merasa khawatir karena adanya kebijakan psbb(pembatasan sosial berskala besar). Mereka yang biasanya mencari kehidupan dengan melakukan transaksi jual beli maupun bekerja di berbagai sektor akhirnya mulai tersendat. Bahkan banyak masyarakat yang sudah tidak mampu membiayai kehidupan diri dan keluarganya. apalagi beberapa hasil tani mayarakat mulai menurun seperti kopi, cengkeh dan lain2. Dan harga bahan2 pokok seperti bawah merah malah naik. Sehingga hal ini sangat menyusahkan masyarakat yang kurang mampu. Untungnya ada bantuan sembako dari pemerintah. Namun apakah bantuan tersebut sudah tersalurkan dengan baik dan mencukupi kebutuhan masyarakat ?

    BalasHapus
  5. menurut saya pribadi kebijakan pemerintah dalam hal itu tentu belum maksimal tapi saat ini pemerintah sedang menanganani hal tersebut agar masyarakatnya bisa mendapatkan bantuan secara maksimal dan tidak ada keluhan dari masyarakat itu sendiri.

    BalasHapus