Dunia yang di kuasai oleh Elit Global pasca pandemic covid-19
Memasuki
awal Tahun 2020 dunia dikejutkan dengan hadirnya virus mematikan yang mewabah pertama
kali dikota Wuhan China. Hanya dengan hitungan beberapa hari virus ini telah
membunuh ratusan jiwa warga Wuhan dan sekitarnya. Sontak fenomena tersebut
menyita perhatian publik seluruh Dunia. Hampir satu warga bumi yang berkisar 7
Miliyar ini tidak henti-hentinya membahas virus ini. Kepanikan warga dunia
semakin nampak ketika virus ini berhasil menyebar ke seluruh penjuru Dunia
seperti (Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Latin). Fenomena ini pula sontak
membuat sietem perekonomian saat ini semakin melemah belum lagi dengan adanya hal-hal
yang akan mempengaruhi sektor keuangan, keamanan, informasi, dan politik. Seperti
yang kita ketahui bahwasanya perekonomian di setiap Negara itu dikendalikan
oleh pihak Bank, dan hampir disetiap Negara pun mempunyai utang yang cukup
besar terhadap Bank dunia. Bank dunia, berpusat pada bank sentral yang berada
di Amerika dan Bank sentral yang mengatur seluruh bank yang ada di Dunia yaitu
Bank Swasta. Jika kita kembali membayangkan bagaimana disetiap negara mempunyai
utang pada Bank yang notabenya adalah swasta tentu ini sangatlah aneh yang
dikendalikan oleh pihak tersebut. Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Frederick
Mann pada tahun 1992 berjudul The Economic Rape of America, ternyata keburukan
sistem ekonomi AS telah berlangsung sejak tahun 1913 sampai dengan sekarang.
Dengan adanya di buat Bank Sentral maka dengan mudahnya membuat sebuah tipu
daya atau jurus Problem-Reaksi-Solusi contonya dengan menciptakan krisis
keuangan yang sangat para pada saat itu, menciptakan reaksi yang dilakukan oleh
media-media massa agar menciptakan kepanikan mengenai krisis keuangan yang
sangat parah sehingga masyarakat pada saat itu panik kemudian para dewan keuangan
saat itu Kampanye Bankir Elite dengan mengatakan bahwa ekonomi nasional akan
runtuh dan membutuhkan otoritas moneter yang baru. Kemudian langkah selanjutnya
yang diambil ialah menawarkan solusi dengan membuat Bank Sentral Swasta dengan
membuat propaganda demi menyelamatkan perekonomian. Jurus Problem-Reaksi-Solusi
juga diterapkan oleh Elit Global pada kasus yang sekarang terjadi yaitu
pandemic Covid-19 yang dijadikan sebagai kambing hitam negara china dengan
penduduk terbanyak dan melumpuhkan sistem perekonomian china, menciptakan panic
global yang sengaja di blokup oleh media massa yang dimiliki oleh Elit Global.
Diawal pemberitaan kematian akibat covid-19 masih sedikit tapi dengan adanya blokup
oleh berbagai media massa dan organisasi internasional terjadilah yang namanya
panic global seperti CNN, NBC, Google, Youtube dan lain-lain begitu juga dengan
lembaga-lembaga seperti WHO dan PBB yang akhirnya menginstruksikan
negara-negara lainya agar melakukan Lockdown akibatnya perekonomian pun hancur,
kemudian menawarkan sebuah solusi dengan memberikan vaksin dengan memberikan
anggaran dana penanganan virus dan memberikan utang-utang baru demi
menyelamatkan perekonomian negara-negara Dunia sehingga negara-nagara Dunia pun
makin tenggelam dengan adanya utang yang tak mampu di bayar.
Bencana
covid-19 yang dijadikan sebagai alasan untuk menerapkan Mata Uang Tunggal dan
Bank Sentral Dunia untuk menciptakan sebuah krisis yaitu Perang dan Terorisme,
Global Warming Hoax, krisi Virus dan Lockdown, Krisis Ekonomi, dan Krisis Mata
Uang sehingga pada saatnya Mata Uang Tunggal Dunia ini akan diterapkan. Mata
Uang Tunggal Dunia adalah bentuk penukaran uang berupa chip yang ditanamkan
pada tubuh manusia. Sehingga tuntaslah misi akhirnya menjadikan dirinya sebagai
Tuhan di dunia dan umat manusia adalah budaknya. Sebelum semua itu terjadi kita
diharapkan agar tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19 tapi ada yang lebih
berbahaya yaitu jika kita tetap ketakutan dan histeria oleh berita yang disebar melalui media massa dan media sosial lainya. Dalangya bukan pemerintah Amerika
melainkan para Elit Global yang mengontrol para presiden di negara maju.
Waspada Covid-19 tanpa harus ketakutan yang berlebihan jika kita mendengarkan
itu semua maka kita adalah pejuangnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar